Jasa SEO Murah

Call +6281397979917

Sarang303 Agen Bola Sbobet Ibcbet Casino 338A Tangkas Togel Online Indonesia Terpercaya

Sarang303 Agen Bola Sbobet Ibcbet Casino 338A Tangkas Togel Online Indonesia Terpercaya – Sejarah manis ternyata pernah diukir Indonesia di Piala Asia U-19. Bahkan, pada 1961, pasukan tim yang kala itu berada di bawah asuhan Anthony Pogacnik, keluar sebagai juara bersama Myanmar. Cerita unik sempat mewarnai perjalanan pasukan Merah Putih pada turnamen ini. Tepatnya saat Piala Asia U-19 digelar di di Bangladesh, 1978. Saat itu, Indonesia ditangani oleh pelatih lokal, Sutjipto ‘Gareng’ Suntoro. Salah seorang pemain yang tampil, Bambang Nurdiansyah bercerita bahwa di babak penyisihan Indonesia berada di Grup A bersama Irak, Malaysia dan Yordania.

Di laga perdana, Indonesia dibantai Irak 0-4, namun kembali bangkit mengalahkan Malaysia 2-0. Pada laga terakhir, Indonesia menang atas Yordania 4-0. Bermodal dua kemenangan, Indonesia lolos ke fase knock out dengan status runner up. Sarang303 Agen Bola Sbobet Ibcbet Casino 338A Tangkas Togel Online Indonesia Terpercaya Pada perempat final, Indonesia bertemu Korea Utara. Sayangnya, Indonesia kalah 0-2 dan gagal melaju ke semifinal. Namun, di sinilah kisah unik Timnas U-19 bermula. Meski akhirnya gagal melaju ke partai puncak, Indonesia tetap mendapat tiket menuju Piala Dunia U-20 yang digelar di Jepang. Padahal, sesuai regulasi, slot ini harusnya diisi finalis, yakni Irak dan Korea Selatan.

“Irak menolak karena unsur politis. Sebabnya, logo Coca Cola menempel di Piala Dunia U-20 saat itu. Coca Cola kan simbol Amerika Serikat dan mereka anti Amerika,” kata Bambang. Penolakan Irak otomatis membuat satu slot tersisa. AFC lalu menawarkannya kepada Kuwait dan Korea Utara yang menempati peringkat 3 dan 4. Namun, kedua negara ini juga menolak kehadiran Coca Cola di Piala Dunia U-20 dan memutuskan untuk tidak ikut ambil bagian sebagai solidaritas kepada negara-negara Timur Tengah.

Situasi ini membuat satu slot tersisa kembali ditawarkan ke kontestan perempatfinal, yakni Indonesia, Bahrain, Iran, dan Arab Saudi. “Namun, Iran, Bahrain, dan Arab Saudi, juga menolak kehadiran logo Coca Cola. Jadilah Indonesia lolos ke Piala Dunia usia muda di Jepang,” beber Bambang.

Kecewa Laga Pembuka

Jumat, 10 Oktober 2014, adalah tanggal dimana Timnas U-19 mulai turun ke ‘medan perang’ sesungguhnya. Lawan perdana mereka adalah salah satu tim unggulan asal Asia Tengah, Uzbekistan. Sarang303 Agen Bola Sbobet Ibcbet Casino 338A Tangkas Togel Online Indonesia Terpercaya Menilik trek rekor, Timnas U-19 jelas jauh tertinggal dari calon lawan. Reputasi Uzbekistan sangat bagus. Mereka bahkan sudah menorehkan sejarah manis di Piala Dunia U-20 dengan tampil sebanyak empat kali pada 2002, 2008, 2012 dan 2013. Malah tahun lalu mereka berhasil lolos sampai perempatfinal sebelum dikalahkan sang juara, Prancis. Punya catatan mentereng, bagaimanapun Uzbekistan tetap lawan yang harus dihadapi. Karena itu Timnas U-19 dilarang gentar. Hasil terbaik wajib coba digapai.

‚ÄúSeperti coach bilang, ini layaknya perang. Dukungan besar jadi semangat tersendiri. Bangsa Indonesia berharap kami mendapat prestasi bagus, kami juga berharap demikian,” kata kapten tim Evan Dimas sebelum pertandingan. Namun malang, semangat dan tekad kuat Timnas U-19 masih belum mampu meruntuhkan kehebatan Uzbekistan. Mereka tumbang 1-3. Dalam laga di Stadion Thuwunna YTC, Yangon, Timnas U-19 kesulitan mengembangkan permainan di babak pertama. Sarang303 Agen Bola Sbobet Ibcbet Casino 338A Tangkas Togel Online Indonesia Terpercaya Khamdamov Dostonbek dan Urinboev Zabikhillo pun secara bergantian menggetarkan gawang yang dikawal kiper Rully Desrian.

Pada babak kedua, Timnas U-19 tampil lebih baik. Mereka bahkan sanggup memperkecil ketertinggalan lewat gol cantik pemain pengganti Paulo Sitanggang. Sayang, jelang penutupan laga, kiper kembali harus memunggut bola dari dalam gawangnya usai dibobol Shukurov Otabek. Sarang303 Agen Bola Sbobet Ibcbet Casino 338A Tangkas Togel Online Indonesia Terpercaya “Banyak peluang kita yang harusnya menjadi gol. Dan sebaliknya, kita kebobolan karena kesalahan kita sendiri,” Indra Sjafri menganalisa permainan timnya usai kekalahan dari Uzbekistan. Lebih dari itu, menurutnya beberapa pemain kunci tim juga gagal menunjukkan performa terbaik dalam laga tersebut. “Kalau main konsisten mungkin akan lain cerita,” sesal pria berdarah minang itu.

0 0 0 0 0
Updated: October 15, 2014 — 7:46 pm
Jasa SEO Murah © 2014 - Sitemap | Robot Frontier Theme